Search This Blog
Monday, 6 November 2023
Gejala orang yang terkena sihir
Sunday, 5 November 2023
Sedekah Sebagai Pembuka Pintu rizqi
Sebagai umat muslim seringkali kita mendengar kalimat bahwa sedekah dapat membuka pintu rezeki. Ibarat menanam hal yang baik, tentu kita juga akan menuai buah kebaikan tersebut, begitu halnya saat bersedekah.
Seperti sabda Rasulullah: “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah” (HR. Al-Baihaqi).
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu juga mengatakan “Pancing rezekimu dengan sedekah.“ Siapa yang banyak memberi maka ia juga akan banyak menerima.
Dalil Tentang Keutamaan Sedekah Sebagai Pembuka Pintu Rezeki
Sedekah bagi umat muslim adalah istilah yang sangat familiar. Sedekah sendiri diambil dari bahasa Arab yakni ‘shodaqoh’ yang berarti kebenaran.
Sedekah merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keberkahan dari Allah sekaligus bermanfaat bagi sesama manusia. Karena hubungan dengan Allah dan hubungan interpersonal sesama manusia harus seimbang.
Melalui sedekah tidak hanya dapat meringankan beban orang yang membutuhkan, tapi juga mendatangkan pahala serta kebaikan bagi yang melakukannya. Inilah mengapa setiap umat Islam sangat dianjurkan untuk gemar bersedekah, baik dalam bentuk materi maupun non-materi.
Rumus dalam bersedekah bukan untuk mengurangi rezeki, tapi justru semakin membuka pintu rezeki dari mana saja tanpa berpeluh keringat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim).
Padahal dengan bersedekah kita memberikan sebagian harta kita, lalu mengapa justru semakin bertambah? Memang secara tersirat kelihatannya berkurang, tapi di mata Allah SWT justru akan terus melipat gandakannya lebih banyak melalui pintu rezeki yang terbuka dari mana saja.
Allah juga menjanjikan pahala yang melimpah bagi mereka yang gemar bersedekah. Inilah yang menjadi salah satu keistimewaan amalan sedekah.
Allah SWT berfiman: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18)
Bersedekah saat memiliki kelapangan rezeki mungkin merupakan hal yang mudah dilakukan. Tapi bagaimana saat sedang sempit?
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (Saba’/34 : 39)
Kita tidak perlu khawatir meskipun sedang sempit harta, tapi tetap ingin bersedekah. Allah telah menjanjikan belasan rezeki yang berlipat ganda bagi umat umatnya yang gemar bersedekah.
Jangan khawatir harta kita akan habis hanya karena sedekah. Justru yang sempit akan dilapangkan dan yang sudah lapang akan semakin dilapangkan.
Betapa besar pengembalian yang dijanjikan oleh Allah SWT bagi orang-orang dermawan. Semoga penjelasan tentang sedekah yang dapat membuka pintu rezeki menjadi pengetahuan dan meningkatkan keimanan kita untuk berinfak dijalan Allah.
Thursday, 2 November 2023
RAHSIA SEDEKAH - MENYEMBUHKAN PENYAKIT
Sunday, 29 October 2023
Perbedaan Ruqyah (jampi) Syariyyah dengan syirkiyyah
Sabda Rasulullah S.A.W bermaksud:
“Dari ‘Auf Ibn Malik, katanya: Dahulu kami melakukan jampi di zaman jahiliah, lalu kami bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapat tuan dalam hal ini? Beliau bersabda: Perlihatkanlah kepadaku jampi-jampimu itu. Tidak mengapa melakukan jampi-jampi itu selama tidak mengandungi hal-hal syirik.” (Hadith Riwayat Muslim)
Menurut Dr. Yusuf al-Qardawi di dalam Kitab Fatawa al-Mu’asirah, suatu jampi itu harus dilakukan berdasarkan kepada tiga (3) syarat:
1. Ia mesti disasarkan kepada Allah S.W.T dan nama-namaNya.
2. Ia mestilah dituturkan dalam bahasa Arab dan kata yang boleh difahami maknanya.
3. Beriktikad bahawa ianya tidak memberi kesan dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah S.W.T.
Antara ciri jampi yang diharamkan adalah seperti berikut :
1. Jampi yang mengandungi unsur syirik, pemujaan jin, syaitan, menggunakan ilmu hitam atau sihir.
2. Menggunakan bahasa yang tidak difahami atau bercampur aduk seperti memulakan jampi dengan “Bismillah atau Alhamdulillah” kemudian diselangi dengan nama-nama hantu atau jin seterusnya disudahi dengan ucapan “Berkat kata Lailahaillallah Muhammadar Rasullulah” atau seumpanya.
3. Menggunakan azimat atau tangkal sebagai pelindung
Firman Allah, Surah Yunus: ayat 106 yang bermaksud:
“Dan janganlah engkau menyembah atau memuja yang lain dari Allah, yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepadamu dan juga tidak dapat mendatangkan mudharat kepadamu. Sekiranya engkau mengerjakan yang demikian maka jadilah engkau orang-orang yang berlaku zalim (terhadap diri sendiri dengan perbuatan syirik itu)”.
Contoh amalan perubatan tradisional yang tidak mengikut syariat Islam:
- Pengamal menggunakan pertolongan jin (termasuk jin Islam) dalam rawatan perubatan.
- Pengamal menggunakan sihir, ilmu hitam, silap mata, tukang nujum atau ramalan tapak tangan.
- Pengamal mengaitkan suatu pengeras dengan suatu akibat.
- Pengamal melakukan perkara syirik seperti sembelih binatang, sembah pantai, buang ancak dan lain-lain.
- Pengamal menggunakan bacaan jampi yang tidak difahami.
- Penggunakan menggunakan tangkal dan azimat yang berupa rajah atau bercampuraduk dengan ayat Al-Quran.
- Pengamal membaca ayat Al-Quran secara terbalik.
- Pengamal memberikan syarat yang bercanggah dengan aqidah, syariah dan akhlak Islam. (contoh: pesakit wanita perlu bersendirian dengan pengamal)
Nabi SAW pernah mengeluarkan jin dari badan pesakit tanpa doa dan tanpa baca ruqyah Ayat Qur'an
Sabda Rasulullah S.A.W bermaksud:
“Dari ‘Auf Ibn Malik, katanya: Dahulu kamu melakukan jampi di zaman jahiliah, lalu kami bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapat tuan dalam hal ini? Beliau bersabda: Perlihatkanlah kepadaku jampi-jampimu itu. Tidak mengapa melakukan jampi-jampi itu selama tidak mengandungi hal-hal syirik.” (Hadith Riwayat Muslim)
Di Hadist ini Nabi hanya bersabda :" tunjukkan ruqyahmu (bacaan jampi kamu), bukan bersabda tunjukkan kaedah ruqyah mu, jadi selagi bacaan kita tidak mengandung unsur kesyirikan, maka di boleh kan.
Adakah peruqyah syar'iyyah yang suka menyalahkan kaedah perawat lain itu menggunakan kaedah sama persis seperti yg di buat Nabi SAW dalam mengeluarkan jin yg ada di badan ustman dengan cara memukul dada dan menyemburkan ludah di mulut setiap pesakit baik laki-laki maupun perempuan?
Rawatan mengeluarkan jin itu termasuk pengobatan, bukan termasuk bab agama.ada banyak kaedah yg boleh di gunakan. Nabi SAW datang untuk membawa agama dan menyebarkan agama, bukan untuk membuka pusat rawatan dan mengajarkan kaedah2 tertentu untuk mengeluarkan jin dari badan , dan tidak mewajibkan menggunakan kaedah yg pernah di buat Nabi SAW, krna para sahabat pun ketika meruqyah juga tidak menggunakan kaedah yg sama persis seperti yang Nabi SAW pernah lakukan.
Inilah rahasia kelemahan jin
Tuesday, 24 October 2023
Apa itu Sukma (Ruhul Yaqdhoh)
JIN MERASUK MANUSIA
JIN MERASUK MANUSIA Satu kumpulan dari Muktazilah seperti al-Jubbai'e dan Abu Bakar al-Razi Muhammad bin Zakaria al-Thobib d...
-
Ayat Khirzi (Di baca pagi & petang) سورة الفاتحة بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ...
-
IKRAR PEMUTUS PERJANJIAN SAKA / JIN KETURUNAN / JIN KHODAM Bismillahirahhmanirahim Ya Allah, jika kami atau keluarga kami yang terdahulu ada...
-
FADHILAH AYAT HIRZI\PENJAGAAN (AYAT-AYAT DI DALAM MANZIL,RUQYAH DAN AL MA’TSUROT ) 1. Menyembuhkan orang yang kesurupan jin ...