Search This Blog

Thursday, 10 September 2026

JIN MERASUK MANUSIA

JIN MERASUK MANUSIA

Satu kumpulan dari Muktazilah seperti al-Jubbai'e dan Abu Bakar al-Razi Muhammad bin Zakaria al-Thobib dan selain keduanya MENGINKARI bolehnya jin masuk ke dalam badan dan merasuk manusia.

Mereka berpendapat MUSTAHIL ada dua ruh dalam satu jasad. Namun mereka tetap mengakui akan kewujudan jin.

Imam Abu Hassan al-Asy'ari pula menyebutkan dalam kitabnya Maqalaat al-Islamiyyin, bahawa Ahlus Sunnah Wal Jamaah berpendapat jin boleh masuk dalam tubuh dan merasuk manusia. Dalilnya adalah firman Allah swt dalam surah al-Baqarah ayat 275 :

"Orang-orang yang memakan riba, mereka tidak akan berdiri (pada hari kiamat nanti) melainkan seperti berdirinya orang yang dirasuk syaitan.."

Kata Abdullah bin Ahmad bin Hambal, "Aku telah bertanya kepada ayahku :

" Ada orang kata jin tidak masuk dalam tubuh manusia".

Jawab ayahnya : "Wahai anakku, mereka menipu. Mereka mengatakan sesuatu yang tidak benar melalui lidah mereka."

Seorang ibu mengadu kepada Rasulullah saw tentang anaknya. Anaknya menjadi gila dan penyakitnya datang ketika siang dan malam.

Maka Rasulullah saw mengusap dada anak itu dan mendoakannya. Lalu anak itu muntah dan keluar dari mulutnya semacam kotoran berwarna hitam.

Dalam hadis lain menyebutkan, nabi saw menepuk dada anak itu sambil berkata : "Keluarlah wahai musuh Allah".

Dalam riwayat lain menyebut "Keluarlah wahai musuh Allah. Sesungguhnya aku adalah Rasulullah".

(Ust Dzulqarnain Yusuf) 

𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮 𝘁𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗵𝘂𝗸𝘂𝗺 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗝𝗶𝗻.

𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮 𝘁𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗵𝘂𝗸𝘂𝗺 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗝𝗶𝗻.

Terdapat khilaf ulama dalam masalah ini. 

Dr. Abdul Karim Abidat dalam tesis masternya bertajuk ‘Alam al-Jinn Fi Dhau’ al-Kitab Wa al-Sunnah (muka surat 29-42) menyebutkan 4 pandangan ulama tentang hukum melihat jin :

1. Pandangan Jumhur (majoriti ulama) :

Jin dapat dlihat jika mereka tasyakkul (menjelma) dalam bentuk lain, bukan dalam rupa mereka yang asli. Jika mereka menjelma dalam bentuk lain, maka jiin dapat dilihat pada sebahagian waktu oleh sebahagian manusia.

2. Pandangan kedua :

Kemampuan melihat jin hanya khusus bagi para nabi sahaja. Antara yang berpegang kepada pendapat ini adalah Imam al-Syafie, Ibn Hazm, al-Qusyairi.

3. Pandangan ketiga : Mengingkari bolehnya manusia melihat jin secara mutlak, sama ada mereka nabi atau bukan nabi.

4. Pandangan keempat : Mereka menetapkan bolehnya manusia melihat jin dalam rupa aslinya bagi para nabi dan orang-orang yang Allah berikan kelebihan selain daripada nabi. Ini pandangan al-Alusy dan Ibn Arabi.

Setelah mengemukakan empat pandangan di atas, Dr Abdul Karim Abidat memilih pandangan jumhur ulama, iaitu hanya para nabi sahaja yang mampu melihat jin dalam rupa asli. Adapun selain para nabi, mereka dapat melihat jin ketika jin itu menjelma dalam rupa lain. Inilah pandangan kebanyakan ulama yang dikuatkan oleh nas-nas yang tsabit dari sunnah nabawiyah.
(Ust Dzulqarnain Yusuf ) 

Thursday, 30 July 2026

Doa ruqyahnya Malaikat Jibril untuk Kesembuhan Nabi Muhammad

Abu Said al-Khudriy mengungkap, Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, dan bertanya,"Ya Muhammad, apakah engkau sedang sakit?"
Nabi Muhammad SAW bersabda,"Ya".

Lalu Jibril Berdoa:
بِسْمِ اللّٰهِ اَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَىءٍيُؤْذِيْكَ, مِنْ شَرِّكُلِّ نَفْسٍ
 اَوْعَيْنِ حَاسِدٍ, اَللّٰهُ يَشْفِيْكَ بِسْمِ اللّٰهِ اَرْقِيْكَ

Dengan menyebut asma Allah aku me-ruqyahmu dari semua gangguan yang menyakitimu, dari kejahatan semua jiwa atau ain (mata) yang dengki, semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan asma Allah aku me-ruqyahmu.” (HR Muslim, Ibnu Majah).

Thursday, 16 July 2026

LEMBAR ASESMEN AWAL RUQYAH SYAR'IYYAH


LEMBAR ASESMEN AWAL RUQYAH SYAR'IYYAH

Nama: __________________________

Usia: ___________________________

Tanggal: ________________________

PETUNJUK PENILAIAN

0 = Tidak Pernah

1 = Jarang

2 = Kadang-kadang

3 = Sering

4 = Sangat Sering

A. GANGGUAN TIDUR

  1. Mimpi buruk berulang ______

  2. Mimpi melihat ular atau binatang menakutkan ______

  3. Mimpi jatuh dari tempat tinggi ______

  4. Mimpi dikejar seseorang atau makhluk tertentu ______

  5. Sering terbangun pada pukul 00.00–03.00 ______

  6. Merasa ada yang menindih saat tidur ______

  7. Tidur gelisah dan tidak nyenyak ______

Subtotal A: ______ / 28

B. REAKSI TERHADAP AL-QUR'AN DAN RUQYAH

  1. Sulit fokus saat membaca Al-Qur'an ______

  2. Mengantuk berat saat mendengar Al-Qur'an ______

  3. Gelisah saat mendengar ayat ruqyah ______

  4. Dada terasa sesak saat ruqyah ______

  5. Menangis tanpa sebab jelas saat ruqyah ______

  6. Tubuh bergetar saat ruqyah ______

  7. Mual atau ingin muntah saat ruqyah ______

Subtotal B: ______ / 28

C. KELUHAN FISIK

  1. Sakit kepala berulang ______

  2. Nyeri berpindah-pindah ______

  3. Tubuh terasa berat ______

  4. Mudah lelah ______

  5. Jantung berdebar tanpa sebab jelas ______

  6. Kesemutan yang sering kambuh ______

  7. Sulit tidur dalam waktu lama ______

Subtotal C: ______ / 28

D. KONDISI EMOSIONAL

  1. Mudah marah ______

  2. Sedih berkepanjangan ______

  3. Cemas berlebihan ______

  4. Merasa takut tanpa sebab jelas ______

  5. Sulit berkonsentrasi ______

  6. Sering melamun ______

  7. Hilang semangat hidup secara mendadak ______

Subtotal D: ______ / 28

E. INDIKASI AIN / HASAD

  1. Keluhan muncul setelah mendapat pujian ______

  2. Kondisi menurun setelah keberhasilan tertentu ______

  3. Merasa tidak nyaman saat menjadi pusat perhatian ______

  4. Anak sering rewel setelah dipuji orang ______

  5. Sering sakit tanpa sebab yang jelas ______

Subtotal E: ______ / 20

F. RIWAYAT PAPARAN

  1. Pernah mendatangi dukun/paranormal ______

  2. Pernah memakai jimat atau benda bertuah ______

  3. Pernah mengikuti ritual yang tidak jelas syariatnya ______

  4. Pernah mengalami trauma berat ______

  5. Pernah mengalami konflik keluarga yang berat ______

Subtotal F: ______ / 20

TOTAL SKOR: ______ / 152

INTERPRETASI SCREENING

0–30 : Gejala ringan atau tidak spesifik.

31–60 : Perlu perhatian dan pemantauan.

61–90 : Gejala cukup banyak, perlu evaluasi lebih lanjut.

91–120 : Keluhan dominan, perlu penelusuran menyeluruh.

121–152 : Gejala sangat dominan, perlu evaluasi komprehensif baik dari sisi medis, psikologis, maupun spiritual.

CATATAN ASESOR




KESIMPULAN SEMENTARA

□ Gejala tidak spesifik

□ Perlu evaluasi medis

□ Perlu evaluasi psikologis

□ Perlu pendampingan ibadah dan ruqyah syar'iyyah

□ Perlu observasi lanjutan

Nama Asesor: _____________________

Tanda Tangan: ____________________

Mendiagnosis gangguan jin secara profesional

Dalam pandangan Islam, keberadaan jin diakui. Namun, mendiagnosis gangguan jin secara profesional tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan gejala tertentu, karena banyak gejala yang sering dikaitkan dengan gangguan jin juga dapat disebabkan oleh kondisi medis, psikologis, neurologis, atau faktor kehidupan sehari-hari.
Beberapa gejala yang oleh sebagian praktisi ruqyah sering dijadikan indikasi untuk ditelusuri lebih lanjut antara lain:

1. Gangguan saat tidur
Mimpi buruk berulang.
Mimpi dikejar, jatuh, atau melihat makhluk menakutkan.
Tidur terasa berat dan sulit bangun.
Kelumpuhan tidur (sleep paralysis).

2. Reaksi saat mendengar Al-Qur'an atau ruqyah
Merasa gelisah yang tidak biasa.
Jantung berdebar.
Menangis tanpa sebab yang jelas.
Tubuh bergetar atau merasa panas/dingin.

3. Gangguan fisik yang tidak jelas penyebabnya
Sakit kepala berulang tanpa penyebab yang ditemukan.
Nyeri berpindah-pindah.
Tubuh terasa berat atau lemas.
Gangguan tidur kronis.

4. Gangguan emosional atau psikologis
Kecemasan berlebihan.
Mudah marah.
Sedih berkepanjangan.
Sulit berkonsentrasi.

5. Gangguan ibadah
Merasa sangat berat melakukan ibadah padahal sebelumnya tidak.
Muncul was-was berlebihan (waswas).
Hal yang perlu diperhatikan
Gejala-gejala di atas bukan bukti pasti adanya gangguan jin. Misalnya:
Mimpi buruk bisa disebabkan stres.
Jantung berdebar bisa terkait gangguan kecemasan.
Sakit kepala bisa berasal dari masalah medis.
Kelumpuhan tidur memiliki penjelasan ilmiah yang dikenal sebagai sleep paralysis.
Karena itu, pendekatan yang baik adalah:
Memeriksa kemungkinan penyebab medis atau psikologis terlebih dahulu.
Memperbanyak ibadah, dzikir, dan membaca Al-Qur'an.
Jika ingin menjalani ruqyah syar'iyyah, lakukan dengan metode yang sesuai syariat dan tidak mengandung unsur perdukunan atau klaim yang tidak dapat dibuktikan.

Dalam praktik ruqyah syar'iyyah, sebagian ulama dan praktisi ruqyah membedakan beberapa kemungkinan gangguan. Namun perlu diingat, tidak ada daftar gejala yang bisa memastikan 100% seseorang terkena gangguan jin, sihir, atau ain. Diagnosis tetap harus hati-hati dan tidak mengabaikan faktor medis maupun psikologis.

1. Indikasi Gangguan Jin (Menurut Praktik Ruqyah)
Gejala yang sering dilaporkan:
Mimpi buruk berulang tanpa sebab yang jelas.
Mimpi melihat ular, anjing hitam, atau makhluk menakutkan.
Sering merasa diawasi padahal sendirian.
Merasa ada yang menyentuh saat tidur.
Tidur gelisah dan sering terbangun.
Sulit fokus ketika membaca Al-Qur'an.
Muncul reaksi kuat saat diruqyah (gelisah, menangis, mual, dll.).

2. Indikasi Sihir
Gejala yang sering dikaitkan dengan sihir:
Perubahan perilaku yang mendadak dan ekstrem.
Konflik suami-istri yang muncul tanpa sebab yang jelas.
Kebencian mendadak kepada orang yang sebelumnya dicintai.
Merasa terhalang dalam pekerjaan, usaha, atau pernikahan tanpa sebab yang tampak.
Mimpi melihat ikatan, simpul, kuburan, atau benda-benda aneh berulang kali.
Dalil tentang sihir terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 102.

3. Indikasi Ain (Pandangan Hasad)
Gejala yang sering dikaitkan dengan ain:
Kelelahan yang datang tiba-tiba.
Hilangnya semangat tanpa sebab yang jelas.
Sakit yang berpindah-pindah.
Rezeki atau usaha menurun secara mendadak.
Anak yang tiba-tiba rewel atau sakit setelah mendapat banyak pujian.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Pengaruh ain itu benar adanya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

4. Tanda yang Perlu Diwaspadai Sebelum Menyimpulkan Gangguan Jin
Sebaiknya jangan langsung menyimpulkan gangguan jin bila:
Gejala dapat dijelaskan oleh dokter.
Ada riwayat gangguan kecemasan, depresi, atau kurang tidur.
Gejala muncul karena stres berat.
Tidak ada tanda khusus selain perasaan takut atau cemas.
Cara Evaluasi yang Lebih Aman
Periksa kondisi medis jika ada keluhan fisik.
Perbanyak dzikir pagi-petang.
Membaca Al-Baqarah secara rutin.
Menjaga shalat lima waktu.
Membaca Ayat Kursi sebelum tidur.
Jika perlu, lakukan ruqyah syar'iyyah yang sesuai Al-Qur'an dan Sunnah.

Berikut contoh lembar screening awal gangguan jin, sihir, dan ain (hasad). Ini bukan alat diagnosis pasti, melainkan alat bantu untuk mengidentifikasi gejala yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Cara Pengisian
Beri nilai:
0 = Tidak pernah
1 = Jarang
2 = Kadang-kadang
3 = Sering
4 = Sangat sering
A. Gangguan Tidur
Mimpi buruk berulang.
Mimpi melihat ular, anjing, atau makhluk menakutkan.
Sering terbangun di tengah malam tanpa sebab.
Merasa ada yang menindih saat tidur.
Tidur tidak nyenyak meskipun cukup lama.
Skor A = ____
B. Reaksi Terhadap Ibadah dan Al-Qur'an
Sulit fokus saat membaca Al-Qur'an.
Merasa berat untuk shalat tanpa alasan yang jelas.
Merasa gelisah ketika mendengar ayat ruqyah.
Mengantuk berlebihan saat mendengar Al-Qur'an.
Muncul emosi kuat (menangis, marah, takut) saat ruqyah.
Skor B = ____
C. Keluhan Fisik
Sakit kepala yang sering kambuh.
Nyeri berpindah-pindah tanpa penyebab yang jelas.
Tubuh terasa berat terutama saat bangun tidur.
Jantung berdebar tanpa pemicu yang jelas.
Cepat lelah meski aktivitas biasa.
Skor C = ____
D. Keluhan Psikologis dan Emosional
Cemas berlebihan.
Mudah marah tanpa sebab yang jelas.
Sedih berkepanjangan.
Merasa takut ketika sendirian.
Sulit berkonsentrasi.
Skor D = ____
E. Indikasi Ain atau Hasad
Kondisi menurun setelah mendapat banyak pujian.
Semangat hidup menurun secara mendadak.
Anak sering rewel tanpa sebab yang jelas.
Sering merasa tidak nyaman ketika menjadi pusat perhatian.
Gangguan muncul setelah keberhasilan atau nikmat tertentu.
Skor E = ____
Interpretasi Skor
0–25
Gejala ringan atau tidak spesifik.
26–50
Ada beberapa gejala yang perlu diperhatikan.
51–75
Gejala cukup banyak, perlu evaluasi lebih lanjut dan memperhatikan kondisi medis maupun spiritual.
76–100
Gejala cukup dominan; pertimbangkan konsultasi dengan tenaga kesehatan jika ada keluhan fisik/psikologis, dan jika diinginkan dapat melakukan ruqyah syar'iyyah sesuai Al-Qur'an dan Sunnah.
Catatan Penting
Skor tinggi tidak membuktikan adanya gangguan jin, sihir, atau ain.
Banyak gejala di atas juga dapat terjadi pada stres, kecemasan, depresi, gangguan tidur, atau kondisi medis lainnya.
Pemeriksaan medis dan psikologis tetap penting bila gejala mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika Anda ingin, saya juga bisa membuat lembar screening yang lebih rinci seperti yang sering digunakan praktisi ruqyah untuk membedakan indikasi gangguan jin, sihir, ain, dan waswas secara terpisah.

LEMBAR ASESMEN AWAL RUQYAH SYAR'IYYAH

Nama: __________________________

Usia: ___________________________

Tanggal: ________________________

PETUNJUK PENILAIAN

0 = Tidak Pernah

1 = Jarang

2 = Kadang-kadang

3 = Sering

4 = Sangat Sering

A. GANGGUAN TIDUR

1. Mimpi buruk berulang ______

2. Mimpi melihat ular atau binatang menakutkan ______

3. Mimpi jatuh dari tempat tinggi ______

4. Mimpi dikejar seseorang atau makhluk tertentu ______

5. Sering terbangun pada pukul 00.00–03.00 ______

6. Merasa ada yang menindih saat tidur ______

7. Tidur gelisah dan tidak nyenyak ______

Subtotal A: ______ / 28

B. REAKSI TERHADAP AL-QUR'AN DAN RUQYAH

8. Sulit fokus saat membaca Al-Qur'an ______

9. Mengantuk berat saat mendengar Al-Qur'an ______

10. Gelisah saat mendengar ayat ruqyah ______

11. Dada terasa sesak saat ruqyah ______

12. Menangis tanpa sebab jelas saat ruqyah ______

13. Tubuh bergetar saat ruqyah ______

14. Mual atau ingin muntah saat ruqyah ______

Subtotal B: ______ / 28

C. KELUHAN FISIK

15. Sakit kepala berulang ______

16. Nyeri berpindah-pindah ______

17. Tubuh terasa berat ______

18. Mudah lelah ______

19. Jantung berdebar tanpa sebab jelas ______

20. Kesemutan yang sering kambuh ______

21. Sulit tidur dalam waktu lama ______

Subtotal C: ______ / 28

D. KONDISI EMOSIONAL

22. Mudah marah ______

23. Sedih berkepanjangan ______

24. Cemas berlebihan ______

25. Merasa takut tanpa sebab jelas ______

26. Sulit berkonsentrasi ______

27. Sering melamun ______

28. Hilang semangat hidup secara mendadak ______

Subtotal D: ______ / 28

E. INDIKASI AIN / HASAD

29. Keluhan muncul setelah mendapat pujian ______

30. Kondisi menurun setelah keberhasilan tertentu ______

31. Merasa tidak nyaman saat menjadi pusat perhatian ______

32. Anak sering rewel setelah dipuji orang ______

33. Sering sakit tanpa sebab yang jelas ______

Subtotal E: ______ / 20

F. RIWAYAT PAPARAN

34. Pernah mendatangi dukun/paranormal ______

35. Pernah memakai jimat atau benda bertuah ______

36. Pernah mengikuti ritual yang tidak jelas syariatnya ______

37. Pernah mengalami trauma berat ______

38. Pernah mengalami konflik keluarga yang berat ______

Subtotal F: ______ / 20

TOTAL SKOR: ______ / 152

INTERPRETASI SCREENING

0–30 : Gejala ringan atau tidak spesifik.

31–60 : Perlu perhatian dan pemantauan.

61–90 : Gejala cukup banyak, perlu evaluasi lebih lanjut.

91–120 : Keluhan dominan, perlu penelusuran menyeluruh.

121–152 : Gejala sangat dominan, perlu evaluasi komprehensif baik dari sisi medis, psikologis, maupun spiritual.

CATATAN ASESOR

---

---

---

KESIMPULAN SEMENTARA

□ Gejala tidak spesifik

□ Perlu evaluasi medis

□ Perlu evaluasi psikologis

□ Perlu pendampingan ibadah dan ruqyah syar'iyyah

□ Perlu observasi lanjutan

Nama Asesor: _____________________

Tanda Tangan: ____________________

Sunday, 7 June 2026

Santet itu ada atau tidak?

Santet itu ada atau tidak? 

Kalau menurut akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, sihir (termasuk juga yang sering disebut santet oleh masyarakat Indonesia) itu "ada dan hakikatnya nyata" bukan sekadar khayalan semata.

Dalilnya antara lain firman Allah:

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُوا الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman tidak kafir, tetapi setan-setan itulah yang kafir; mereka mengajarkan sihir kepada manusia..."
(QS. Al-Baqarah: 102)

 فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ
"Mereka mempelajari dari keduanya (Harut dan Marut) apa yang dapat memisahkan antara seseorang dengan istrinya..." (QS. Al-Baqarah: 102)

Ayat ini menunjukkan bahwa sihir memiliki pengaruh yang nyata, meskipun semuanya terjadi dengan izin dan takdir Allah.

Apakah sihir bisa membahayakan nyawa?
Para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa sebagian jenis sihir dapat menyebabkan:

- sakit
- gangguan akal/gila
- kerusakan hubungan suami-istri
- kelemahan fisik
- bahkan kematian

Semua itu jika Allah menghendakinya. Ini sesuai dengan firman Allah dalam ayat yang sama:

وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ
"Mereka tidak dapat membahayakan seorang pun dengan sihir itu kecuali dengan izin Allah." (QS. Al-Baqarah: 102)

Sihir tidak bekerja secara mandiri, semua tetap berada di bawah kekuasaan Allah. Bagaimana sikap seorang Muslim terhadap sihir ? 

Seorang Muslim tidak seharusnya meremehkan sihir dengan segala variannya, karena telah disebutkan oleh Al-Quran & Hadist. Namun tetap bersikap:

- Tidak berlebihan sehingga menganggap setiap penyakit atau musibah pasti akibat santet.
- Memperbanyak dzikir, shalat, membaca Al-Qur'an, terutama Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
- Bertawakal kepada Allah.
- Menghindari dukun dan tukang sihir.

Imam An-Nawawi dan para ulama Ahlus Sunnah menyatakan bahwa sihir adalah sesuatu yang nyata dan dapat menimbulkan dampak tertentu dengan kehendak Allah, bukan sekadar ilusi belaka.

Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:

والصحيح أن السحر له حقيقة، وبه قطع الجمهور، وعليه عامة العلماء.
"Pendapat yang sahih adalah bahwa sihir itu memiliki hakikat (nyata), dan inilah pendapat yang dipastikan oleh jumhur ulama, serta dianut oleh kebanyakan ulama." 

Beliau juga menegaskan dalam Syarh Shahih Muslim:

وفيه إثبات السحر، وأن له حقيقة، وهو مذهب أهل السنة.
"Dalam hadits ini terdapat penetapan adanya sihir, dan bahwa sihir memiliki hakikat (pengaruh yang nyata), dan itulah mazhab Ahlus Sunnah.

Jadi menurut Imam An-Nawawi dan jumhur Ahlus Sunnah: Sihir itu nyata (له حقيقة), dapat memberi pengaruh dengan izin Allah. Namun tidak dapat memberi mudarat kecuali dengan kehendak Allah sebagaimana firman-Nya:

وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ
"Mereka tidak dapat membahayakan seorang pun dengan sihir itu kecuali dengan izin Allah." (QS. Al-Baqarah: 102)

Salah satu hadits yang paling jelas tentang adanya sihir adalah hadits tentang Nabi ﷺ yang pernah terkena sihir:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: سُحِرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ حَتَّى كَانَ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ يَفْعَلُ الشَّيْءَ وَمَا فَعَلَهُ، حَتَّى إِذَا كَانَ ذَاتَ يَوْمٍ أَوْ ذَاتَ لَيْلَةٍ دَعَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ثُمَّ دَعَا، ثُمَّ دَعَا...
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Rasulullah ﷺ pernah disihir sehingga beliau SAW mengira telah melakukan sesuatu padahal beliau SAW tidak melakukannya. Kemudian pada suatu hari atau malam beliau SAW berdoa kepada Allah berulang-ulang..." (HR. Al-Bukhari no. 5765, Muslim no. 2189)
Artinya:

Dalam hadits tersebut kemudian Allah memberitahukan kepada Nabi ﷺ tentang pelaku sihir, tempat sihir itu disimpan, lalu Allah menyembuhkan beliau SAW.

Hadits lain yang masyhur terkait sihir:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ... (متفق عليه)
"Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan."
Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah itu?" Beliau SAW bersabda:
"Menyekutukan Allah dan sihir..." (HR. Al-Bukhari no. 2766, Muslim no. 89)

Hadits ini menunjukkan bahwa sihir termasuk dosa besar yang membinasakan, bahkan disebut setelah syirik kepada Allah. Para ulama Ahlus Sunnah menjadikan hadits-hadits ini sebagai dalil bahwa sihir itu nyata (له حقيقة) dan memiliki pengaruh dengan izin Allah.

Wallahu a'lam.

(LUTHFI BASHORI)

Saturday, 6 June 2026

RUQYAH ONLINE VIDEO CALL BERSAMA USTADZ DHOMIRUDDIN SOLO

🌿 RUQYAH ONLINE VIDEO CALL BERSAMA USTADZ DHOMIRUDDIN SOLO 🌿
Merasa sering mengalami gangguan yang sulit dijelaskan?
❓ Sulit tidur tanpa sebab yang jelas
❓ Sering mimpi buruk berulang
❓ Hati gelisah, was-was, dan tidak tenang
❓ Malas beribadah secara tiba-tiba
❓ Rumah tangga sering dipenuhi pertengkaran
❓ Usaha terasa mandek tanpa sebab yang jelas
❓ Ingin mendapatkan terapi ruqyah syar'iyyah tanpa harus datang langsung?
Kini Anda bisa mengikuti Ruqyah Online melalui Video Call dari mana saja.
✅ Dibimbing langsung oleh Ustadz Dhomiruddin Solo
✅ Menggunakan bacaan Al-Qur'an dan doa-doa yang shahih
✅ Bisa diikuti dari rumah masing-masing
✅ Cocok untuk peserta di Indonesia, Malaysia, maupun negara lainnya
✅ Konsultasi dan arahan terapi sesuai kebutuhan
Mengapa memilih Ruqyah Online?
✔ Hemat waktu dan biaya perjalanan
✔ Tetap bisa mendapatkan bimbingan meskipun berbeda kota atau negara
✔ Privasi lebih terjaga
✔ Praktis dan mudah diikuti melalui Video Call
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar (syifa) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Al-Isra': 82)
📌 Informasi Lengkap:
🇮🇩 Indonesia
🇲🇾 Malaysia
🌎 Foreign / International

📝 Pendaftaran Ruqyah Online
📲 Jangan menunggu sampai masalah semakin berat. Segera konsultasikan dan ikuti Ruqyah Online bersama Ustadz Dhomiruddin Solo.
Daftar sekarang dan pilih jadwal yang tersedia. 

JIN MERASUK MANUSIA

JIN MERASUK MANUSIA Satu kumpulan dari Muktazilah seperti al-Jubbai'e dan Abu Bakar al-Razi Muhammad bin Zakaria al-Thobib d...